KISAH SYAHIDNYA ANAS BIN NADHAR R.a

Februari 7, 2010 at 5:47 am Tinggalkan komentar

Peta perang Uhud

Perang Uhud

Anas bin Nadhar r.a. adalah sahabat Nabi saw. Yang tidak ikut serta dalam perang Badar. Ia merasa sangat menyesal dan sering memarahi dirinya sendiri karena tidak ikut pada peperangan yang pertama dan sangat penting dalam sejarah Islam itu. Untuk itu ia, sangat berharap dapat menebusnya dalam pertempuran selanjutnya.

Dan ternyata, kesempatan itu datang pada perang Uhud. Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani. Pada mulanya kaum muslimin telah mendapatkan kemenangan dalam perang tersebut. Namun karena suatu kekhilafan, kaum muslimin menderita kekalahan pada akhir perang.

Kekhilafan itu adalah: beberapa orang sahabat yang ditugaskan untuk berjaga disuatu tempat tidak menjaga disiplin. Dalam pengarahanya sebelum perang dimulai beliau saw bersabda, “Kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan bagaimanapun, karena musuh dapat menyerang dari sana.”

Pada permulaan perang kaum muslimin telah memperoleh kemenangan, dan kaum kafir melarikan diri. Melihat hal ini orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi saw segera meninggalkan tempat tugas mereka. Mereka menyangka bahwa kaum muslimin telah menang dan perang telah usai, sehingga orang-orang kafir yang melarikan diri segera dikejar dan diambil harta rampasan perangnya. Sebenarnya pimpinan pasukan telah melarang dan mengingatkan agar tidak meninggalkan bukit. Ia berkata.” Jangan tinggalkan tempat ini, Rasulullah saw telah melarangnya.” Tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi hanya berlaku saat perang saja. Merekapun turun ke medan perang meninggalkan bukit.

Pada saat itulah pasukan kafir yang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum muslimin telah kosong, maka mereka segera kembali dan menyerang kaum muslimin dari arah sana. Hal itu sama sekali tidak diduga oleh kaum muslimin, sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum kafir dari dua arah. Keadaan menjadi kacau balau mereka berhamburan kesana kemari.

Anas ra. melihat sahabat Sa’ad bin Mu’adz ra. sedang berjalan. maka Anas ra. berkata,” Hai Sa’ad akan kemankah engkau? Demi Allah, aku mencium harum surga dari arah Uhud. Setelah berkata demikian, ia mengayunkan pedang di tanganya dan meyerbu ditengah kaum kafir, sambil bertekad tidak akan berhenti berperang sebelun Syahid. Dan ia pun syahid dimedan Uhud. Tubuhnya begitu banyak mengalami luka, bahkan hingga rusak. Kurang lebih terdapat delapan puluh luka akibat tebasan pedang dan panah ditubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapat mengenalinya melalui ujung jemari tangannya.

FAEDAH

Orang yang ikhlas dan bersungguh- sungguh menunaikan perintah Allah swt , bahwa ketika didunia Allah swt, memberikan kesempatan untuk merasakan nikmat surga. Inilah kisah Anas bin Nadhar r.a. yang mencium keharuman surga ketika masih hidup didunia. Jika keikhlasan sudah ada pada diri seseorang, nikmat surga pun akan dirasakannya didunia.

Entry filed under: Kisah Shahabat. Tags: , , .

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH (Untuk Anak) Perkara Pertama yang Diwajibkan oleh Allah kepada Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Asmaul Husna

Kalender

Laman

Klik tertinggi

  • Tak ada

Pengunjung

  • 17,970 orang

%d blogger menyukai ini: