Kisah Karun

Januari 8, 2010 at 3:58 am 6 komentar

Karun adalah salah seseorang di anatara kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, bukan berasal dari suku Qibthi (bangsa Mesir). Allah telah mengaruniai Karun dengan harta yang sangat banyak dan melimpah ruah. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari yang dimiliki Karun sangat berat, sehingga tidak bisa diangkat oleh orang-orang yang sangat kuat sekali pun.


Mendapatkan harta yang banyak bukannya membuat Karun bersyukur. Sebaliknya, justru Karun ingkar, kufur nikmat, bahkan lebih dari itu, ia juga kufur karena sombong dengan harta yang dimilikinya. Karun mempergunakan harta ini di jalan kesesatan dan kezaliman. Karun mabuk dan terlena oleh melimpahnya darta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Karun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, ia justru menolak seraya mengatakan, “Harta ini adalah hasil usaha dan keringatku sendiri.”

Suatu hari, Karun mendemonstrasikan kekayaannya di hadapan masyarakat umum. Ia keluar memamerkan harta dengan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Melihat begitu banyaknya harta yang dimiliki oleh Karun, banyak orang berdecak kagum. Mereka bergumam, “Aduhai, kiranya kita mendapatkan harta sebanyak yang dimiliki oleh Karun. Dia benar-benar orang yang beruntung.”

Mendengar gumam seperti itu, orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu dan berkata, “Hati-hati kau engan kata-katamu itu, harta sebanyak itu tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan pahala dari Allah di akhirat kelak.”

Karena kesombongannya yang telah memuncak, sampai menimbulkan kekufurannya, maka berlakulah sunnatullah kepadanya, dan murka Allah menimpanya. Tiba-tiba bumi terbelah dan menganga, Karun dan pegawai-pegawai yang membawa hartanya untuk dipamerkan kepada masyarakat tenggelam ke dalam bumi. Peristiwa itu disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dari bencana itu. Banyaknya harta, banyaknya anggota, pengikut, tidak bermanfaat dan tidak bisa menyelamatkannya.

Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Karun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Karun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Karun. Mereka berkata, “Benarlah, Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi yang dikehendakiNya. Kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya kepada kita, pasti kita pun ikutdibenamkan ke dalam bumi. Ya, benar, orang-orang yang ingkar itu tidak akan beruntung.”

About these ads

Entry filed under: Hikmah. Tags: , , , , .

Anak Laki-Laki dan Pohon Apel Nabi Sulaiman dan Semut

6 Komentar Add your own

  • 1. Elang Jaka  |  Mei 7, 2010 pukul 2:28 pm

    Benar Mas dan mintalah Hanya Kepada Allah Setelah diberi Bersyukurlah, Sebelum diberi Bersabarlah.

    Balas
  • 2. isnae  |  Juli 25, 2010 pukul 11:39 am

    naudzubiilhil min dzalik

    Balas
  • 3. yusmia dewi  |  Desember 24, 2010 pukul 7:37 pm

    ya allah ,, ternyata seperti ini . . . semoga tidak akan terjadi lagi seperti itu . . .

    Balas
    • 4. nurulizzah99  |  Desember 31, 2010 pukul 12:53 pm

      naudzubillahi min dzalik…

      Balas
  • 5. Qorun Wannabe « Try 2B cool 'n smart…  |  Oktober 10, 2011 pukul 12:40 pm

    [...] Kisah Qorun bisa dibaca disini. [...]

    Balas
  • 6. fajar  |  Februari 4, 2012 pukul 9:46 pm

    sya sgt setuju dngn ksh ini,
    karna bisa membuat kt org muslm sadar akan dr kt sendr,
    jngn smpi dngn hrt sedkt bs membuat kt lp kpd sang khalid.
    terimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Asmaul Husna

Kalender

Halaman

Pengunjung

  • 16,383 orang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: